By | August 15, 2020

Coba pikirkan lagi baik-baik, apakah kamu sudah menerapkan cara memulai usaha yang baik? Kebanyakan orang sudah cukup percaya diri meski hanya bermodalkan semangat yang membara karena sudah berkali-kali datang ke seminar bisnis atau membaca banyak profil pengusaha sukses. Padahal, semangat saja tidak cukup untuk membangun bisnis yang menguntungkan. Kamu juga perlu membuat perencanaan dan konsep bisnis yang matang. Tanpanya, kamu akan lebih rentan untuk mengalami kegagalan atau kebangkrutan. Tips meningkatkan motivasi bisnis pada poin ketiga ini sangat penting, kita dapat termotivasi dengan mereka yang sudah terlebih dahulu mencicipi nikmatnya kesuksesan.

Semangat dalam menjalankan bisnis

Untuk itu, tetaplah berpikir positif apapun kondisi yang dialami. Namun, fokuslah memperbaiki hal yang bisa dilakukan berikutnya. Mood yang sedang tidak baik dapat membuat Anda kehilangan passion atau gairah untuk melakukan sesuatu.

Saat memiliki informasi yang berguna atau mempunyai ide-ide yang brilian, naluri banyak orang adalah menyimpannya untuk diri sendiri demi keuntungan pribadi dan pengakuan personal. Mengingat Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang baru saja membuka Program Studi Kewirausahaan, Jurusan Manajemen bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Forum Malang telah menyelenggarakan Seminar Bisnis. Acara berlangsung pada Rabu pagi (30/11) dan bertempat di Aula Gedung D FEB UB. Sementara peserta seminar umumnya berasal dari mahasiswa Jurusan Manajemen dan beberapa pelaku usaha sepeti pemilik UMKM. “Seminar ini akan menyampaikan pesan-pesan praktek manajemen dalam dunia bisnis” jelas ketua Jurusan Manajemen Dr Sumiati dalam sambutannya. Katakan kalimat berikut ini pada diri sendiri “saya harus berani mencoba untuk memulai bisnis online, sebab jika tidak mencoba sama sekali berarti saya gagal one hundred persen. Kata-kata Mutiara untuk memotivasi diri, semua kerja keras Kita yang tidak akan sia-sia jika kita menyadari bahwa semuanya berproses.

Ribuan jenis produk kerajinan tagan dari industri kecil / industri rumah tangga sampai produk-produk elektronik, ada di tempat itu. Dari pagi sampai malam, para pramuniaga yang ramah selalu menyapa melayani para pembeli di gedung yang bernilai Rp. Abdul Latief menyesalkan berdirinya beberapa pusat pertokoan trendy di Jakarta, yang jelas-jelas mematikan pengusaha kecil dan tradisional. Industri kecil itu sepertinya tidak mendapat tempat untuk hidup, sebab ia memang tidak mempunyai kemampuan bersaing dengan pengusaha modal besar. Gejalanya, memang pengusaha sekelas raksasa masuk ke pasar tradisional.

Ia mengambil kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Krisnadwipayana , Jakarta. Gibran tertarik kepada bisnis kuliner sejak ia masih berkuliah di Singapura, meskipun ia tidak berkuliah di jurusan Tata Boga, tetapi ia tertarik untuk mengembangkan bisnis tersebut di Indonesia. Setelah menyelesaikan studinya, pada tahun 2010 ia mulai membuka bisnis catering, saat itu ia hanya memiliki belasan karyawan. Untuk mendapatkan modal awal, ia harus mengajukan 7 proposal ke berbagai tempat, ia tidak mau meminta modal dari ayahnya, apalagi mendompleng nama ayahnya yang saat itu masih menjabat sebagai walikota Solo.