By | June 11, 2020

Konon rempah-rempah menimbulkan semangat bangsa Eropa untuk berpikir maju dan memicu penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga menimbulkan revolusi industri. Seiring dengan perkembangannya, bangsa Eropa terpacu untuk melakukan petualangan menemukan rempah-rempah dengan mengirimkan ekspedisi ke Timur hingga Kepulauan Nusantara. Keberhasilan van Neck menyebabkan semakin banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia. Belum lama terbentuk, pada 22 Desember 1791 Hoge Commissie diminta oleh Heeren Zeventien untuk mengusut hilangnya 63 ribu ringgit dari Bank Courant. Hoge Commissie pun segera memeriksa buku kas, dan uang itu ternyata ditransfer untuk sesuatu yang tidak jelas. Uang yang hilang itu diganti dengan harta milik EM de Roth, kasir bank tersebut yang meninggal pada 1792.

KOngsi dagang

Penguasaan atas Papua/Irian oleh VOC ini terutama terjadi setelah melihat Inggris mulai menanamkan pengaruhnya di beberapa tempat di Indonesia, seperti penguasaan atas Bengkulu. Margana mengatakan bahwa korupsi terjadi dalam bentuk penyalahgunaan wewenang. Banyak para pejabat VOC di daerah memanfaatkan kekurangan kapal-kapal untuk operasional dagang dengan menggunakan kapal-kapal pribadinya. Demikian juga terjadi mark-up biaya-biaya ekspedisi, baik untuk patroli bajak laut, perang maupun kegiatan operasional dagang. “Tetapi nilainya tidak sebesar biaya-biaya ekspedisi militer dan perang,” ujar Margana. Contoh lain, Gubernur Jenderal Diderik Durven (1729–1732) bersama direktur jenderal dan dua anggota dewan senior hanya dibebastugaskan karena terbukti memeras orang Tionghoa.

Pelaksanaan monopoli di kawasan ini dilaksanakan melalui Pelayaran Hongi. Setelah merasakan nikmatnya tinggal di Nusantara/Indonesia dan menikmati keuntungan yang melimpah dalam berdagang, Belanda semakin bernafsu ingin menguasai Indonesia. Untuk memenuhi nafsu serakahnya itu, VOC sering melakukan tindakan pemaksaan dan kekerasan terhadap kaum pribumi. Hal ini telah menimbulkan kebencian rakyat dan para penguasa lokal.

Pertama, menghilangkan persaingan yang merugikan para pedagang Belanda. Kedua, menyatukan tenaga untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia. Ketiga, mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.

Salah satu daerah yang kontra dengan kehadiran VOC adalah Gowa di Sulawesi Selatan yang diduduki oleh Kerajaan Gowa. VOC merupakan salah satu perserikatan dagang yang paling sukses di abad ke-17 dan ke-18. Penyerahan hasil bumi ini juga memiliki harga yang telah ditetapkan oleh VOC, tentu dengan harga yang murah, dan rakyat tidak diperbolehkan menjual hasil bumi tersebut selain kepada VOC.

Dengan begitu, VOC mampu membiayai operasi-operasi militer yang memungkinkan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. Pada tanggal 19 Desember 1666 armada VOC yang kuat ini sampai di depan Sombaopu, ibukota dan sekaligus Situs Slot Gacor pelabuhan Kerajaan Gowa. Bermula saat memindahkan pusat administrasi dari Ambon ke Batavia, tujuan VOC pun semakin melebarkan sayap. Batavia menjadi pelabuhan paling penting sekaligus sebagai pusat administratifnya.

Kedatangan Portugis ini telah mendorong perdagangan rempah-rempah semakin meluas. Sebelum orang-orang Portugis berangkat memulai penjelajahan samudra, sebenarnya sudah lebih dulu Spanyol berangkat berlayar mencari tempat penghasil rempah-rempah. Orang-orang Spanyol dan Portugis dapat dikatakan sebagai pelopor dalam pelayaran dan penjelajahan samudra untuk mencari daerah baru penghasil rempah-rempah di timur . Berita keberhasilan Columbus menemukan daerah baru, membuat penasaran raja Portugis , Manuel l. Raja Portugis tersebut kemudian memanggil pelaut ulung Portugis bernama Vasco da Gama untuk melakukan ekspedisi menjelajahi samudra mencari Tanah Hindia yang merupakan daerah penghasil rempah-rempah. Di dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia dikenal adanya masa penjelajahan samudra.

Sekitar abad ke XIV masehi, bangsa Portugis datang pertama kali ke Kepulauan Talaud. Saat mereka menginjakkan kaki pertama kali di pesisir Talaud, mereka terpana dengan keindahan alam lautnya dan sempat mengira tanah yang mereka pijak adalah kepingan surga yang terlempar ke bumi. Mereka menjuluki pulau yang mereka temukan itu dengan kata paradise. Namun karena susah pelafalannya, penduduk setempat mengucapkannya dengan nama porodisa. Tujuan didirikan VOC berikutnya ialah melaksanakan monopoli perdagangan.