By | August 4, 2020

Banyak orang enggan memulai bisniskarena takut akan kegagalan. [newline]Mental yang satu ini adalah psychological yang terbentuk dari pola pikir seorang pebisnis. Tidak ada kata menyerah bagi seorang pebisnis untuk memulai suatu usaha atau untuk menjalankan bisnisnya. Mereka akan cenderung tetap berusaha walaupun berkali-kali bertemu dengan kegagalan. Untuk itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengajak para pengusaha muda di Jatim agar bisa mengembangkan ide kreatif dan inovatif yang dimiliki. Pedagang adalah pedagang dan pedagang juga bisa sebagai entrepreneur, kenali pedagang yang memang bermental pedagang dan pedagang yang bermental entrepreneur. Tidak semua pedagang memiliki jiwa pedagang, melainkan jiwa entrepreneur demikian juga sebaliknya.

Tidak hanya itu, perencanaan juga dapat dipakai sebagai alat pengendalian kegiatan operasional perusahaan. Justru dengan mengetahui kelemahan yang dimiliki, mereka mengerti apa-apa saja yang perlu mereka kembangkan dan pelajari. Mereka akan berhenti belajar dan justru melakukan keputusan-keputusan bisnis yang sebenarnya diluar kemampuanya. Jika semua remaja bercita-cita menjadi seorang karyawan, maka beban negara akan menjadi yang tersulit dalam mempekerjakannya dari tahun ke tahun. Anak-anak dapat belajar secara kreatif sejak usia dini, dan mereka juga harus percaya diri untuk menjadi pengusaha sebanyak yang mereka inginkan menjadi profesional yang mereka cita-citakan. Mari kita coba untuk dijalankan, agar bisnis Anda dapat terus tumbuh dan berkembang.

Seorang entrepreneur sejati cenderung akan melakukan pengembangan sayap bisnis, atau juga membuka cabang baru atas usahanya ketika bisnis mereka mulai menghasilkan pendapatan yang baik. Mereka mengutamakan pemngembangan skala bisnis dibandingkan godaan kenikmatan yang bisa dirasakan ketika mereka mulai menyentuh hasil bisnis mereka tersebut. Momen seperti ini memang kesempatan emas untuk mengembangkan skala bisnis menjadi lebih besar. Lain ceritanya dengan mentalita pedagang yang justru akan langsung gembira menikmatinya, membeli motor, atau mobil atau lain sebagainya. Selain ide kreatif dan inovatif, Wagub Emil juga mengajak para pengusaha muda untuk bisa meningkatkan nilai tambah sebuah produk yang akan di produksi. Itulah setidaknya keenam sikap mental wirausaha yang harus Anda miliki jika benar-benar ingin sukses dalam membangun bisnis milik Anda sendiri.

Mentalitas pebisnis

Saya sering menemukan artikel diinternet yang mengatakan bahwa jika ingin berbisnis maka lakukan sekarang juga. Alasannya karena jangan sampai semangat anda hilang, dan anda tidak akan mampu melakukannya di lain waktu. Anda harus yakin bahwa bisnis yang akan anda lakukan pasti bisa anda jalankan dengan baik.

Misalnya melalui berbagai kegiatan yang memberikan akses dan kesempatan kepada anak untuk mengasah kreativitasnya. Penghargaan atas banyaknya kelebihan dan keterampilan yang dimiliki dan diperoleh akan semakin meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi dan mengarah pada kualifikasi dalam merangsang pengembangan potensinya. Pemberian kesempatan kepada anak untuk belajar berbisnis sejak dini tidak berorientasi pada mencari uang. Mengapa ilmu bisnis dan kewirausahaan mendesak untuk diajarkan sejak dini?

Mulai dari belajar pemasaran bisnis, mengenal karakter karyawan dan pelanggan, hingga belajar memprediksi pasar dan ekonomi negara. Tidak ada yang bisa menjamin stabilitas perekonomian negara yang bisa memengaruhi bisnis kamu. Oleh karenanya kamu harus memiliki seribu cara untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi perekonomian.

Dalam kondisi krisis, mentalitas menjadi landasan yang wajib tersedia untuk mengiringi perjalanan melalui kondisi tersebut. Di sinilah letak perbedaan visi dan misi pembangunan yang dibawa oleh para misionaris luar negeri dengan visi dan misi pembangunan yang dibawa oleh Pemerintah Indonesia dan para misionaris dalam negeri. Seperti yang dikatakan oleh bapak Pendeta Hans Wanma bahwa Belanda dulu datang bangun Papua dengan belajar budaya orang Papua terlebih dahulu dari 257 suku. Kemudian mereka bekerja dengan mengutus tim ahli untuk memberdayakan orang Papua, kemudian menggunakan orang Papua sendiri yang bekerja membangun negerinya. Hal ini terbukti dengan adanya mobil penumpang jalur pedesaan yang mayoritas pemiliknya orang non asli Papua.