By | July 12, 2020

Agar menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan meminimalkan dampak dari pandemi terhadap dunia usaha dan masyarakat. Ke depan, Sri Mulyani berharap Indonesia mampu berkembang dan semakin maju dalam perekonomian serta keuangan syariah. Hal ini seiring semakin tingginya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan instrumen keuangan yang berbasis syariah. OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. “Kami nanti akan menggunakan semua kewenangan negara untuk melihat apakah debitur dan obligor itu punya aset atas nama yang bersangkutan, entah itu dalam bentuk dana di financial institution, entah itu dalam bentuk perusahaan, atau dalam bentuk tanah, atau bentuk yang lainnya. Ini nanti yang akan terus diusahakan secara perdata untuk diperoleh sebagai pembayaran dari kewajiban mereka,” jelas Menkeu.

Sebaran imbal hasil aset keuangan biasanya tidak normal, sehingga diperlukan pendekatan sebaran berbasis copula. Dalam karya ilmiah ini portofolio terdiri dari imbal hasil indeks saham JKSE dan valuta asing USD tanggal 24 November 2018 s/d 6 Maret 2019. Dari knowledge tersebut dibuat model ARMA-GARCH untuk mengatasi masalah autokorelasi dan heteroskedastisitas. Dari mannequin ARMA-GARCH terpilih, diperoleh galat baku kedua aset untuk membentuk fungsi sebaran bersama antar galat baku menggunakan copula terbaik. Dari sebaran bersama terbaik dibangkitkan knowledge berpasangan sebagai galat baku JKSE dan USD untuk membentuk sebaran portofolio. Untuk meminimumkan VaR, proporsi optimum yang didapat yaitu 13.55% dialokasikan pada JKSE dan 86.45% dialokasikan pada aset USD.

Aset keuangan

Sri Mulyani menjelaskan, perkembangan aset ini tidak terlepas dari perkembangan aset syariah secara international. Saat ini, quantity aset keuangan syariah terus meningkat dari US$ 2,52 triliun menjadi US$ 2,88 triliun. Aset pasar modal syariah mencapai Rp1.106,31 triliun, melampaui aset perbankan syariah sebesar Rp600,ninety nine triliun.

Data OJK per Juni 2021 menunjukkan aset saham syariah telah mencapai Rp3.372,20 triliun atau 47,32% dari complete saham di indeks harga saham gabungan Indonesia. Liputan6.com, Jakarta – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara melaporkan bahwa pertumbuhan aset keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Per akhir Maret 2021, complete aset keuangan syariah di luar saham syariah mencapai Rp1.863 triliun. Aset keuangan merupakan properti yang likuid yang memperoleh nilai dari hak kontraktual atau klaim kepemilikan.

Sebaliknya, aset nyata memiliki bentuk nyata, dan nilainya berasal dari kualitas fisiknya, seperti emas atau minyak, atau buatan manusia, seperti mesin atau bangunan. “Saya mendorong kepada semua pihak agar segera melakukan pembahasan terhadap RUU perampasan asset yang dapat membantu satgas BLBI saat ini dan tugas lainnya. Sehingga dikemudian hari pengejaran perampasan dari harta kekayaan para penjahat ekonomi untuk tersebut dapat berjalan lancar sebelum selama dan setelah proses persidangan,” pungkasnya. Memiliki pengalaman lebih dari four tahun di dunia on-line financing dan lending sebagai Content Marketer, sehingga dia sudah tidak asing lagi dengan dunia finansial dan investasi.

Per April 2020, whole aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp1.496,05 triliun. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2018, complete aset keuangan syariah sudah mencapai AS$86 miliar, meningkat AS$4 miliar dari tahun sebelumnya atau meningkat four,88 persen. Kenaikan aset tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ke-7 dengan total aset keuangan syariah terbesar di dunia. Aset tersebut mencakup aset perbankan syariah Rp 575,eighty five triliun, industri keuangan bukan financial institution syariah Rp 111,forty four triliun, dan pasar modal syariah Rp 1.022,87 triliun. Hingga September 2020, aset perbankan syariah Rp 575,eighty five triliun, industri keuangan bukan bank syariah Rp 111,forty four triliun, dan pasar modal syariah Rp 1.022,87 triliun. JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan perkembangan aset industri keuangan syariah, tidak termasuk saham syariah, per Februari 2021 lalu mencapai Rp1.836,57 triliun.