By | April 19, 2020

Jadi, secara tidak langsung orangtua adalah inspirasi anak untuk memulai menabung dan menangani uang dengan memerhatikan orangtua mereka. Hal ini bertujuan agar di masa dewasanya kelak, mereka menjadi sosok yang mandiri dan tidak merepotkan banyak orang. Oleh karena itu, sebelum terlambat, tidak ada salahnya mengajarkan anak menabung sejak kecil. Secara garis besar, ada tiga manfaat mengajarkan anak menabung sejak dini.

Salah satu aspek paling penting dalam mengatur keuangan adalah kebiasaan mencatat. Walaupun terkesan sepele, kita jadi tahu kemana saja dan untuk apa saja uang kita dikeluarkan dengan rajin mencatat pengeluaran. Jika kamu memiliki tabungan, kamu memiliki dana yang bisa kamu gunakan apabila ada keadaan darurat yang mengharuskan kamu memiliki dana lebih. Tabungan ini juga akan menjadi ‘penyelamat’ untuk kamu dikala ada kebutuhan yang mendesak atau darurat di masa depan. Jika menabung sejak dini, kamu bisa mengatur skala prioritas seperti berapa persen tabungan atau berapa persen yang kamu harus sisihkan untuk pengeluaran. Manfaat menabung memang tidak bisa dipungkiri kegunaannya bagi kehidupan, terlebih untuk masa depan.

Pentingnya menabung

Bagi Milenial, uang adalah penting, namun masih banyak dari mereka tidak paham cara mengelola uang yang baik yang berorientasi kepersiapan masa depan. Gaya hidup yang tinggi terkadang penghambat bagi mereka untuk menabung atau berinvestasi . Menurut penelitian dari Universitas Cambridge, orangtua sudah bisa mengajari anak-anak tentang menabung sejak usia 3 tahun. Alasan penting lain untuk mulai menabung sejak sekarang adalah untuk menghindari utang. Saat ini, banyak orang memiliki utang dan Anda mungkin berpikir itu normal. Sangat mudah terlibat dalam utang, tetapi sulit untuk keluar dari utang.

Sebagai implementasi Perpres tersebut, Otoritas Jasa Keuangan menginisiasi “Bulan Inklusi Keuangan ” yang dilaksanakan secara Nasional oleh OJK bersama dengan Industri Jasa Keuangan dan Stakeholders lainnya. BANDUNG — Saat ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan kelompok pelajar berusia tahun di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan pada 2019.

Setelah menabung kamu akan mengerti dan paham untuk mengatur keuangan sendiri. Inilah yang akan membantu kamu lebih mandiri dalam finansial dan tidak bergantung lagi oleh orang lain. Bukan tidak mungkin kamu bisa membantu mereka lewat tabungan yang sudah kamu lakukan. Bisnis.com, JAKARTA – Untuk memiliki kebebasan finansial pada usia muda, maka Anda harus disiplin dalam mengatur kondisi keuangan. Keadaan darurat memang tidak dapat dihindari oleh siapapun seperti sakit dan membutuhkan perawatan yang tentunya membutuhkan dana tidak sedikit, sehingga mau tidak mau berhutang lah yang menjadi jalan paling mudah. Seperti berhutang ke financial institution, padahal berhutang ke bank bunganya cukup tinggi dan prosesnya pun sulit untuk pengajuan ataupun pembayarannya.

Apalagi, berinvestasi sejak dini akan memberi banyak manfaat untukmu. Setidaknya berikut four alasan kenapa kamu sebaiknya mulai berinvestasi sejak muda. Untuk memperkenalkan dan meningkatkan jumlah nasabah tabungan BJB Tandamata My First, BJB membuat sejumlah kegiatan menarik yang melibatkan peserta pelajar. Salah satunya adalah kompetisi BJB Soccer Festival dan BJB Futsal Championship. Dengan mencatat pengeluaran, membuat prioritas, berhemat, mencatat impian, disiplin dan komitmen sudah membuat kita selangkah lebih dekat dengan impian. Hadirnya Jenius membuat impian dapat dicapai lebih mudah dengan fitur yang ada.

Kamu harus tetap menjaga komitmen untuk menyisihkan uang sebagai dana pensiun. Ketika kamu memiliki kemampuan dalam manajemen keuangan yang baik maka kamu bisa menabung dengan mudah. Setiap kamu memiliki uang, atau mungkin mendapatkan uang dari orang tua maka kamu bisa mengelola dengan baik dan bisa menabungnya. Ketika pengeluaran yang sama dilakukan lagi, CommBank Kakek Zeus Mobile secara otomatis mengatur kategori tersebut yang dapat membantu nasabah melihat kembali kemana larinya pengeluaran-pengeluaran dananya. Nasabah juga dengan mudah mengatur anggaran pengeluaran bulanan untuk kategori-kategori tersebut untuk membantu mengingatkan mereka. Kebanyakan orang tua mengajarkan anak-anaknya untuk menabung sejak masih kecil.